Kalkulator Beli vs Sewa
Apakah membeli rumah lebih baik daripada menyewa? Hitung biaya sebenarnya dengan memperhitungkan kenaikan harga rumah, hasil investasi, dan biaya peluang. Visualisasikan kekayaan bersih Anda selama 30 tahun.
Keputusan Perumahan yang Rasional
Logika Utama: Beli vs Sewa
Banyak yang percaya "sewa itu buang uang" sementara "beli itu investasi". Ini mengabaikan faktor kunci: Biaya Peluang. Kalkulator ini membandingkan dua alam semesta paralel:
- Alam Semesta Beli: Anda membayar uang muka dan KPR. Rumah Anda naik harga (Aset), tapi Anda kehilangan uang untuk Bunga, Pajak, dan Biaya Pemeliharaan (Biaya Hangus).
- Alam Semesta Sewa: Anda menyewa. Uang yang seharusnya untuk uang muka, ditambah tabungan bulanan (jika Sewa < Angsuran), diinvestasikan di pasar saham (misal S&P 500).
Metrik Kunci
- Titik Impas: Membeli biasanya punya biaya awal tinggi (Biaya akad, bunga tinggi). Menyewa sering menang dalam jangka pendek. Seiring waktu, sewa naik (inflasi) sementara KPR tetap, membuat membeli jadi lebih baik. Titik silang adalah tahun impas Anda.
- Aturan 5%: Aturan praktis menyarankan jika biaya hangus (Pajak PBB + Pemeliharaan + Biaya Modal) kurang dari sewa tahunan, membeli masuk akal.